Hidup Akhir-akhir Ini

Dulu ku kira Quarter Life Crisis di usia 20-an itu sudah paling membingungkan. Ternyata lost sparks dalam hidup di usia 30-an itu lebih membingungkan. Di usia 30-an ini umumnya kita akan mengalami transisi besar-besaran dalam hidup. Dari menjadi istri menjadi seorang ibu, atau keadaan transisi lainnya yang menjadikan orang-orang di usia 30-an ini kehilangan sparks dalam hidupnya. 

Kalau dalam ceritaku, aku mengalami perubahan yang cukup drastis. Menjadi ibu bagi dua orang anak. Perubahan yang membuat kebingungan dan kehilangan beberapa bagian dari identitas diri. 




Bukan, ini bukan dalam rangka tidak siap menjadi orang tua. Ini ya murni perubahan keadaan, kesempatan dan penambahan tanggungjawab. Tapi kalau dipikir-pikir, seberapa lama pun bersiap menjadi orang tua, ketika benar-benar diamanahi anak dan serius dalam mengasuhnya, kurasa tidak seorangpun yang merasa betul-betul siap. 

Kembali ke masalah kehilangan sparks dalam hidup tadi. Aku pernah baca dari takarir media sosial yang lewat di beranda ku. Katanya, ada satu yang tidak boleh hilang dari dalam diri manusia, yaitu energi. Menurutku, energi dan sparks ini adalah satu kesatuan. Ketika hilang dari manusia, ya pasti kehilangan arah, hilang minat pada hal yang dulunya disuka, hobi yang biasanya menyenangkan, tiba-tiba hilang rasa senangnya. 

Aku sedang mengalaminya. Belum tahu bagaimana cara pasti keluar dari sana. Sejauh ini yang kulakukan hanya menata kembali diriku, hidup sesuai jadwal yang sudah ku tentukan, memiliki target dan proyek pribadi. Sejauh ini cukup memberikan semangat baru dan percikan kecil. Tapi belum sepenuhnya keluar dari jeratan lost sparks itu. Kalau teman-teman pernah merasakannya dan sudah berhasil menemukan kembali sparks kalian, tolong beri tahu aku bagaimana perjalanan kalian di kolom komentar. 

Salam hangat,
Annisa❤️
 

Kembali Lagi

Setelah sekian lama hiatus dari dunia blog, aku memutuskan untuk kembali menulis lagi di sini. Ini blog baruku sih. Senang rasanya ngutak-atik laman blogger lagi. Seperti terbawa ke momen pertama kali mengenal blog. Membaca banyak referensi untuk menghias blog, dan macam-macam hal pernak-perniknya agar nyaman menulis di sini, dan teman-teman pun bisa nyaman membacanya. 



Isi blog ini tidak seserius blog pertamaku. Kalian tidak akan menemukan tips apapun di sini. Aku hanya membagikan cerita-cerita ringan tentang keseharian ku di sini. Semoga bisa menjadi inspirasi, atau teman di saat kalian sedang berada di posisi yang sama denganku. Kalau tidak pun, ya tidak mengapa. Aku tetap menulis. Enjoy. 




Salam hangat,


Annisa